BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Al-Quran
Al-Quran berasal dari
bahasa Arab yaitu mashdar dari kata
“qa-ra-a”. Hasbi Ash-Shiddieqy (1974:15)
memberikan pengertian Al-Quran dengan bacaan atau yang dibaca. Jadi, istilah
Al-Quran adalah mashdar yang diartikan dengan arti isim maf’ul yaitu “maqru” artinya yang dibaca. Selanjutnya Al-Quran menurut istilah
adalah kalamullah yang diturunkan kepada Muhammad SAW yang tidak dapat
ditandingi oleh siapapunyang menentangnya (Hasbi Ash-Shiddieqy, 1974:16).
Adapun menurut Moenawar
Chalil (1969:174) Al-Quran ialah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi
Muhammad dengan bahasa Arab untuk diperhatikan dan diambil pelajarannya oleh
manusia, dinukilkan oleh (dipindahkan) kepada kita dengan jalan khabar
mutawatir, yang dituliskan dalam mushaf dimulai dengan surat Al-Fatihah dan
disudahi dengan Al-Nas.
Menurut Al-Zarqani
(1943:13) Al-Quran adalah kalam yang mukjizat diturunkan kepada nabi Muhammad
ditulis pada mushaf dipindahkan secara mutawatir yang beribadah dengan
membacanya.
Jadi, Al-Quran ialah
firman Allah yang diturunkan kepada Nabi
Muhammad dalam bahasa Arab dipindahkan dan ditulis secara mutawatir (pasti)
yang tidak dapat ditandingi oleh yang menentangnya serta menjadi ibadah dengan
membacanya.
Selanjutnya Al-Zarqani
(1943:13) menjelaskan beberapa komponen definisi Al-Quran antara lain:
1.
Al-Quran
adalah kalamullah atau firman Allah, bukan ucapan nabi atau manusia lainnya.
2.
Al-Quran
diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu tahun 611M. Rasul yang terakhir,
penutup segala wahyu yang diturunkan Allah ke muka bumi, sebagaimana firman-Nya
dalm surat Al-Ahzab, [33]:40
3.
Al-Quran
diturunkan melalui perantaraan malaikat Jibril secara berangsur-angsur, yaitu
selama 22 tahun 2 bulan 22 hari kepada Nabi Muhammad.
4.
Dikumpulkan
dalam mushaf, yang sejak masa turunnya dihafalkan dan ditulis oleh para sahabat
kemudian dikumpulkan dalam mushaf yang seluruhnya berisi 6.236 ayat atau 114
surat.
5.
Disampaikan
kepada umat Islam secara mutawatir atau terus-menerus disampaikan dari generasi
ke generasi dalam keadaan tetap dan terjaga, baik huruf maupun kalimat-kalimat
yang ada di dalamnya, sehingga keaslianAl-Quran tetap terjamin sepanjang masa.
6.
Bernilai
ibadah bagi pembaca dan pendengarnya.
7.
Isinya
dimulai dengan surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan surat An-Nas. Susunan
ayat-ayat AL-Quran bersifat tetap sampai sekarang yang telah berusia hampir
lima belas abad.
2.2
NamadanSifat Al-Qur’an
Al-Quran disebut oleh
Allah dengan beberapa bentuk sebutan di antaranya:
a.
Quran
Istilah Quran digunakan salah satunya dalam
surat-Isra’, [Q.S.17:9]
b.
Kitab (yang dibukukan)
Kitab disebutkan diantanya dalam surat
Al-Anbiya’ [21]:10
c.
Furqan (pembeda)
Furqan disebut dalam surat Al-Furqan, [25]:1
d.
Zikr (peringatan/pelajaran)
Zikr antara lain ditemukan dalam surat Al-Hijr
[15]:9
e.
Tanzil (yang diturunkan)
Tanzil disebutkanoleh Allah antara lain surat
Asy-Syu’araa’ [26]:192
Dalam pemakaiannya istilah
Al-Quran dan Al-Kitab lebih populer dari nama-nama lainnya. Dalam hal ini Dr.
Muhammad Abdullah Daraz yang dikutip oleh Amin, (1997:80) berkata: “Ia
dinamakan Quran karena ia “dibaca”
dengan lisan, dan dinamakan Al-Kitab karena ia “ditulis” dengan pena.
Adapun tentang sifat-sifat
Al-Quran yang dinyatakan dalam Al-Quran antara lain:
a.
Nur (cahaya)
b.
Mau’izah(nasihat)
c.
Syifa’ (obat)
d.
Huda (petunjuk)
e.
Rahmah (rahmat)
f.
Mubin (yang menerangkan)
g.
Mubarak (yang diberkati)
h.
Busyra (khabar gembira)
i.
‘Aziz (yang mulia)
j.
Majid (yang dihormati)
k.
Basyir (pembawa kabar gembira)
l.
Nazir (pembawa peringatan)
2.3
Al-Qur’an KitabSamawi yang Terakhir
Kitab samawiartinya kitab yang berasal dari Allah yaitu tinggi. Al-Quran
adalah nama dari kitab samawi yang terakhir yang diturunkan oleh Allah kepada
Nabi Muhammad SAW. Kitab-kitab samawi lainnya adalah Zabur yang diturunkan
kepada Nabi Daud AS, Taurat yang diturunkan kepada nabi Musa AS dan Injil
kepada nabi Isa AS. Semua kitab samawi diiturunkan Allah dengan perantara
Jibril kepada rasul-Nya. Semua kitab samawi sebelum Al-Quran masa berlakunya
telah habis karena isinya telah tertuang dalam Al-Quran.
Isi dari kitab selanjutnya
menjadi dasar atau hukum bagi kehidupan manusia. Jadi, Allah adalah pembuat
hukum (law giver). Ketentuan
hukum-Nya terdapat dalam Al-Quran. Al-Quran berperan sebagai sumber utama
ajaran Islam dan sekaligus dalil utama dan menetapkan hukum Islam. Al-Quran
juga membimbing dan memberikan petunjuk untuk menemukan hukum-hukum yang terkandung
dalam sebagian ayatnya. Kedudukan Al-Quran adalah sebagai sumber dan dalil
utama dan pertama dari ajaran Islam.
2.4
FungsidanTujuanDiturunkan Al-Qur’an
Bila ditelusuri ayat-ayat
Al-Quran itu maka dapat dipahami bahwa Al-Quran diturunkan kepada manusia,
fungsinya adalah berikut ini:
a.
Sebagai
huda atau petunjuk bagi kehidupan umat.
b.
Sebagai
rahmah atau keberuntungan yang diberikan Allah dalam bentuk kasih sayang-Nya.
c.
Sebagai
furqan yaitu pembeda antara yang baik dengan yang buruk, yang halal dengan yang
haram, yang salah dan yang benar, yang indah dan yang jelek, yang dapat
dilakukan dan yang terlarang untuk dilakukan.
d.
Sebagai
mau’izah atau pembelajaran yang akan mengajar dan membimbing umat dalam
kehidupannya untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.
e.
Sebagai
busyra yaitu berita gembira bagi orang yang telah berbuat baik kepada Allah dan
sesama manusia.
f.
Sebagai
tibyan atau mubin yang berarti penjelasan atau yang menjelaskan terhadap segala
sesuatu yang disampaikan Allah.
g.
Sebagai
mushaddiq atau pembenar terhadap kitab yang datang sebelumnya, dalam hal ini
adalah: Taurat, Zabur dan Injil.
h.
Sebagai
nur atau cahaya yang menerangi kehidupan manusia dalam menempuh jalan menuju
keselamatan.
i.
Sebagai
tafsil yaitu memberikan penjelasan secara rinci sehingga dapat dilaksanakan
sesuai dengan yang dikehendaki Allah.
j.
Sebagai
Syifa’ al-shudur atau obat bagi rohani yang sakit.
k.
Sebagai
hakim yaitu sumber kebijaksanaan.
Secara keseluruhan semua
fungsi diatas dapat dirangkum dalam dua hal pokok, yaitu:
1.
Sebagai
rahmat yang dikaruniakan Allah kepada umat manusia. Jika mereka menerima dan
mengamalkan keseluruhan isi Al-Quran, maka akan mendapatkan kehidupan yang
bahagia di dunia dan kesenangan di akhirat.
2.
Sebagai
huda atau petunjuk.
2.5
Pemeliharaan Al-Qur’an
Periode pemeliharaan
Al-Quran sebagai berikut:
1.
Pemeliharaan
Al-Quran Periode Nabi Muhammad SAW
Pada
masa ini Al-Quran dipelihara dalam ingatan Nabi Muhammad SAW yang sangat kuat.
Sebab tradisi hafalan yang telah membudaya di kalangan bangsa Arab ketika itu
memungkinkan terpeliharanya Al-Quran dalam metode hafalan oleh para sahabat
Nabi Muhammad SAW. Penulisan ayat-ayat Al-Quran kedalam media tulis yang ada
waktu itu, seperti pelapah kurma, kulit onta dan tulang belulang.
2.
Pemeliharaan
Al-Quran Periode Khalifah Abu Bakar
Pada
masa ini atas saran Umar Bin Khatab, Abu Bakar memerintahkan Zaid Bin Sabit
untuk mengumpulkan dan memeriksa kembali ayat-ayat Al-Quran yang pernah
dikumpulkan. Zaid Bin Sabit dibantu tim pencatat wahyu pada masa nabi, di
antaranya Ubay Bin Ka’ab, Ali Bin Abi Talib, dan Usman Bin Affan. Hasilnya,
terkumpul sebuah Al-Quran dalam bentuk suhuf (lembaran) dari kulit dan pelepah
kurma.
3.
Pemeliharaan
Al-Quran Periode Khalifah Usman Bin Affan
Mulai
timbul perbedaan pendapat mengenai qiraah (bacaan) Al-Quran. Hal ini segera
ditanggapi oleh Khalifah Usman Bin Affan untuk menuliskan Al-Quran ke dalam
satu mushaf. Penulisan ini disesuaikan dengan tulisan aslinya.
4.
Pemeliharaan
Al-Quran Periode Khalifah Ali Bin Abi Thalib
Pada
masa ini disebut sebagai masa penyempurnaan, karena mushaf Usmani tidak memakai
tanda titik dan syakal. Banyak ulama yang berpendapat bahwa orang yang pertama
melakukan penyempurnaan kaidah penulisan adalah Abu Aswad Ad-Du’ali, peetak
pertama kaidah-kaidah bahasa Arab, atas permintaan Ali Bin Abi Talib.
2.6
Kandungan Al-Qur’an
Al-Quran terdiri dari 114
surat, 6236 ayat, 74437 kalimat dan 352345 huruf, mengandung pokok-pokok
berbagai hal di dalmnya.
Secara umum isi kandungan Al-Quran terdiri
atas:
a.
Pokok-pokok
keyakinan atau keimanan yang kemudian melahirkan ilmu teologi atau ilmu kalam.
b.
Pokok-pokok
aturan atau hukum yang melahirkan ilmu hukum, syariat atau ilmu fiqih.
c.
Pokok-pokok
pengabdian kepada Allah (ibadah).
d.
Pokok-pokok
aturan tingkah laku (akhlak).
e.
Petunjuk
tentang tanda-tanda alam yang menunjukkan adanya tuhan. Di sini dapat lahir
ilmu pengetahuan.
f.
Petunjuk
mengenai hubungan golongan kaya dan miskin.
g.
Sejarah
para nabi dan umat terdahulu (Toto, 1997: 47)
2.7
Mukjizat/Keunggulan Al-Qur’an
Bentuk kemukjizatan Al-Quran dapat dirangkum dalam
hal-hal sebagai berikut:
a.
Dari segi Keindahan
Bahasa
Al-Quran mempunyai keindahan
bahasa yang tidak mungkin ditandingi ahli bahasa Arab manapun. Keindahan itu
terdapat dalam penggunaan kata, susunan kata dan kalimat, ungkapan, dan
hubungan antara satu ungkapan dengan lainnya.
b.
Dari segi Pemberitaan
Mengenai Kejadian Masa
Dari segi pemberitaan mengenai
kejadian masa lalu yang kemudian terbukti kebenarannya, dan sesuai pemberitaan
kitab suci sebelumnya. Al-Quran bercerita tentang kisah para Rasul dan Nabi.
c.
Dari segi Pemberitaan
tentang Hal-hal yang Akan Terjadi
Dari segi pemberitaan Al-Quran
tentang hal-hal yang akan terjadi dan ternyata memang kemudian terjadi.
d.
Dari segi
kandungannya tentang penciptaan makhluk serta hubungan antara satu dengan
lainnya.
Dari segi kandungannya akan
hakikat kejadian alam dengan seisinya serta hubungan antara satu dengan
lainnya. Pemberitaan seperti ini merupakan hal-hal yang luar biasa yang
kemudian terungkap kebenarannya melalui penggalian ilmu pengetahuan dan
teknologi.
e.
Dari segi
kandungannya yang sarat dengan tuntunan atau pedoman hidup manusia.
Dari segi kandungannya mengenai
pedoman hidup yang menuntun manusia mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di
akhirat, tentang halal dan haram, tentang salah dan benar, tentang buruk dan
baik, tentang yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan dan tentang etika
pergaulan.
SUMBER
Anwar, Fuady, dkk. 2008. Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum: Pengembangan
Kepribadian. Padang: UNP Press
Nasrul H.S, dkk. 2010. Pendidikan Agama Islam Bernuansa Soft Skills Untuk
Perguruan Tinggi Umum. Padang: UNP Press
Tidak ada komentar:
Posting Komentar